Home » , » TRADISI FILOSOFIS ISLAM

TRADISI FILOSOFIS ISLAM

Written By Unknown on Minggu, 03 Februari 2013 | 05.57

Usaha sungguh-sungguh untuk menyingkapkan segala sesuatu secara mendalam sehingga orang yang melakukannya dapat menangkap inti masalah sesuatu hal dinamakan filsafat. Filsafat berasal dari dua kata yunani yaitu philo-shopia. Philo berarti “cinta” dalam arti seluas-luasnya, dan Sophia berarti “cinta kepada kearifan.” Kata “kearifan” sendiri memiliki arti “mengetahui secara mendalam.” Dalam makna aslinya, filsafat dalam cabang ilmu Islam disebut ulim al-hikmah atau secara singkat al hikmah yang berarti ilmu kearifan. Pelaku filsagat disebut Filsuf yang diambil dari kataYunani “philosophos”. Dalam bahasa arab disebut juga al-hakim atau jamaknya al-hukama’. 


Filsafat merupakan studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. 


Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal. 

Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih 'mencari Tuhan', dalam filsafat Islam justru Tuhan 'sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti sudah usang dan tidak dibahas lagi, namun filsuf islam lebih memusatkan perhatiannya kepada manusia dan alam, karena sebagaimana kita ketahui, pembahasan Tuhan hanya menjadi sebuah pembahasan yang tak pernah ada finalnya. 

Abad ke-1 merupakan masa jaya kaum rasionalis atau liberal, namun belakangan kaum ortodoks berhasil membangun opini muslim bahwa hadits yang menjunjung tinggi akal adalah hadits lemah. Akibatnya, hadits itu tidak dimuat lagi dalam kitab hadits sesudahnya. Kaum rasionalis atau filsuf di masa awal sejarah islam perlahan-lahan disingkirkan. Rasionalitas Islam dibendung dan pemikiran keagamaan didominasi oleh pemikiran fiqih. 

Theologi skolastik awal sangat dipengaruhi oleh karya-karya filsafat dan sains Yunani yang diterjemahkan kedalam bahasa bahasa arab pada tahun ke-2 H/ 9 M sampai ke-6 H / 12 M. Perkembangan kajian filsafat dalam Islam bercabang dan berkembang menjadi suatu gerakan filosofis dan ilmiah yang cemerlang dan kuat yang menghasilkan karya-karya yang orisinil dan bernilai tinggi sejak abad ke-3 H / 9 M sampai ke-6 H / 12 M. 

Sepanjang abad ke-7 sampai 10 H, kalangan agamawan sepakat menyingkirkan filsafat dari agama. Filsafat dinilai menyesatkan manusia dan menyalahi doktrin Islam. Karena itu, filsuf adalah musuh Allah SWT dan rasul-Nya. Ironis itu masih berpengaruh hingga kini. Dengan kata lain, filsafat dalam dunia Islam telah kehilangan pecintanya sejalan dengan tumbuhnya semangat taklid. Namun baru-baru ini, apresiasi filsafat mulai tumbuh lagi. 

Al-Ghazali (1058-1111) dinilai paling bertanggung jawab atas kemunduran tradisi filsagat islam. Penilaian itu didasarkan pada serangannya terhadap filsafat dan filsuf Islam. Terutama al-Farabi dan Ibnu Sina yang menurutnya dua filsuf Islam terbesar yang mewarisi tradisi filsafat Yunani, Khususnya Aristoteles. Al-Ghazali menuliskan sanggahannya terhadap filsafat itu dalam Tahafut al-Falaasifah (kesesatan kaum filosof). 

Penolakan kaum ortodoks yang dirumuskan oleh al-Ghazali menyerang 20 masalah dalam pemikiran filsafat. Antara lain bahwa alam tidak bermula; Tuhan hanya tahu yang universal (kulliyat) tanpa tahu yang partikular (juz’iyat); dan tidak ada kebangkitan jasmani. Al-Ghazali menuduh para filsuf menyimpang dari agama karena ketiga keyakinan ini. Tetapi di luar masalah metafisika. Al Gazali menerima unsur filsafat lain. Khususnya logika (silogisme Aristotiles). Ini terlihat dalam karyanya seperti Mihak an-Nazar; Mi’yar al-‘Ilm; dan Qistas al-Mustaqim. 

Filsafat Timur Tengah dilihat dari sejarahnya merupakan para filsuf yang bisa dikatakan juga merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. Sebab para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam dan juga beberapa orang Yahudi, yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafah mereka. 

Lalu mereka menterjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Bahkan ketika Eropa setalah runtuhnya Kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan dan melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf Timur Tengah ini mempelajari karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang-orang Eropa. 

Banyak filsuf muslim terkenal dan disebut-sebut ketika orang berbicara mengenai filsafat. Berikut beberapa filsuf terkenal masa klasik Islam: Al-Kindi (801-873), Al-Farabi (879-950), Ar-Razi (865-925), Al-‘Amiri (w.934), ibnu Sina (980-1037), ibnu Maskawaih (941-1030), Al-Gazali (1058-1111), Ibnu Masarrah (l.883), Ibnu Bajjah (w. 1138), Ibnu Tufail (1100-1185), Ibnu Rusyd (1126-1198), Ibnu Sab’in (1217-1271) dan Ibnu Khaldun (1332-1406).


Oleh (Majjadi Arif Hidayatullah)
Mahasiswa Institut PTIQ Jakarta
Share this article :

Posting Komentar


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. SUARA BERBAGI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger